Seorang ASN berinisial S (baju oranye) ditangkap aparat Polres Tolitoli karena melakukan penipuan rekruitmen CPNS. [Ist]

Tipu CPNS, Oknum ASN di Tolitoli Diringkus Polisi

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tolitoli, berinisial S alias A, diringkus polisi, karena diduga menipu puluhan warga dengan janji akan dijadikan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan imbalan puluhan juta per orang.

Dikutip dari Antara, penipuan yang dilakukan oknum ASN ini berawal pada bulan Februari 2018.

Tersangka S alias A bertemu dengan laki-laki Rudi di rumahnya yang meminta kepada tersangka untuk merekrut orang-orang menjadi calon PNS.

Rudi mematok harga Rp21 juta untuk setiap orang yang mau direkrut, dan dari jumlah itu, tersangka akan mendapat bagian Rp2,5 juta.

Sejak bulan Februari sampai Mei 2018, tersangka mampu merekrut korban 51 orang dengan permintaan uang bervariasi dari yang terkecil Rp1,5 juta sampai Rp50 juta.

“Diperkirakan uang yang terkumpul sebanyak Rp500 juta,” kata Kapolres Tolitoli AKBP Muh Iqbal Alqudusy di Tolitoli, Kamis (5/7/2018).

Dia menjelaskan bahwa uang tersebut diserahkan kepada lelaki R yang diduga sebagai otak atas aksi penipuan ini, dan tersangka S alias A sendiri mendapat bagian sekitar Rp30 juta, yang uang tersebut telah digunakan untuk membeli sejumlah barang dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta untuk foya-foya.

Modus operandi yang dilakukan pelaku saat itu yakni meyakinkan korbannya bahwa ia bisa mengurus mereka untuk menjadi PNS dengan jalur khusus dan apabila tidak lulus maka uang yang diserahkan akan dikembalikan.

Saat itu pelaku merekayasa adanya tes penerimaan secara tertulis di rumah warga berinisial BW, BP dan rumah orang tua pelaku sendiri.

Menurut Iqbal, tes tertulis tersebut dibuat untuk meyakinkan para korban bahwa mereka benar-benar telah mengikuti tes seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil.

Sampai saat ini, kata Iqbal, korban yang membuat laporan ke polisi baru dua orang yakni lelaki MY dan A, dan untuk korban MY mengalami kerugian sebesar Rp21 juta.

Kapolres meminta para korban lainnya yang merasa dirugikan untuk melapor ke Polres Tolitoli

S alias A sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 4 Juli 2018 dan telah diterbitkan surat perintah penahanan yang berlaku 20 hari kedepan, sedangkan tersangka lain masih sedang dilakukan pengembangan.

Para pelaku, kata Iqbal, dikenai pasal 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. [***]

Sumber; Antara

(Visited 56 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*