Tokoh masyarakat dari dua kelompok yang terlibat pertikaian sepakat berdamai, disaksikan Kapolda Sulteng Brigjen Pol Ermy Widiyatno di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Minggu (28/10/2018). [Ist]

Tokoh Masyarakat Bahadopi Ajak Warga Jaga Perdamaian

Morowali, Jurnalsulawesi.com – Saat ini situasi keamanan di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sudah aman dan kondusif, pasca bentrok antarkelompok masyarakat berbeda suku di Bahodopi, Sabtu (27/10/2018) pekan lalu.

“Kami mengajak semua elemen untuk sama-sama menjaga perdamaian di bumi Morowali, dengan meningkatkan peran masyarakat, baik suku Bungku maupun masyarakat suku Toraja,” kata tokoh masyarakat Bungku, Djalaludin SH, kepada media ini, Sabtu (3/11/2018).

Kondisi perekonomian dan sosial juga sudah berjalan lancar setelah semua pihak yang terlibat menandatangani kesepakatan perdamaian pada Minggu (28/10/2018).

“Sebenarnya, tidak ada satu pun masyarakat Bahodopi ingin wilayahnya tidak aman. Karena negara kita bukan dibangun dari suku Makassar, Toraja jawa, Bali, tetapi negara ini dibangun oleh semua suku. Karena itu, kami mengajak semua tokoh masyarakat dan aparat yang ada di Kecamatan Bahodopi, untuk sama-sama menciptakan rasa aman di wilayah ini,” tambah Djalaludin.

Hal senanda juga diungkapkan tokoh masyarakat Toraja di Bahodopi, Yamin. Ia berharap, kejadian tanggal 27 Oktober 2018 pekan lalu itu, tidak akan terulang lagi. “Mari kita sama-sama menjaga daerah yang kita cintai ini,” imbuh Yamin.

Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu dan berita hoax yang dapat memecahkan bangsa, khususnya di Wilayah Kecamatan Bahodopi.

“Jangan cepat percaya dengan berita-berita yang disebarkan melalui media sosial. Mari sama-sama kita mengecek kebenaran informasi, jika kebenarannya masih meragukan,” kata Buang yang juga tokoh masyarakat Toraja ini.

Ia juga mengajak tokoh-tokoh pemuda, tokoh agama untuk membangun dan menjaga wilayah Bahodopi dari ancaman perpecahan.

Sementara itu, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Ermy Widiyatno meminta forum komunikasi pimpinan daerah untuk secara intens melakukan pertemuan dengan para tokoh masyarakat, agama dan pemuda lewat acara-acara yang digagas secara kreatif namun penuh kekeluargaan.

Kata Kapolda, hal ini penting dilakukan untuk memelihara perdamaian dan stabilitas di Morowali, khususnya di daerah industri pertambangan nikel Bahodopi.

Kapolda juga mengatakan bahwa perselisihan antara dua kelompok masyarakat berbeda suku di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, sudah diselesaikan dengan baik.

“Saya ada di sana selama tiga hari. Kedua kelompok sudah berdamai dan kehidupan sosial masyarakat, perekonomian dan kegiatan perusahaan tambang sudah berjalan normal,” katanya kepada wartawan usai memimpin upacara serah terima jabatan tujuh pejabat utama Polda Sulteng di Palu, Jumat (2/11/2018).

Diberitakan sebelumnya, Pada Sabtu (27/10/2018) sempat terjadi perselisihan hingga saling yang menyebabkan beberapa orang luka-luka dan membuat warga mengungsi ke luar Bahodopi.

Bahkan Ratusan warga setempat memblokir jalan trans Sulawesi. Pemblokiran ini mengakibatkan aktivitas ekonomi dan transportasi antarpovinsi tidak bisa berjalan, ribuan karyawan yang hendak pergi atau pulang bekerja di kawan industri pertambangan, tidak bisa melintas.

“Tetapi sekarang semua sudah damai. Masyarakat yang mengungsi semua sudah kembali ke rumah masing-masing dan aktivitas ekonomi dan sosial sudah kembali seperti semula. Hanya memang kami masih menyiagakan dua kompi Brimob dan dua peleton polisi dari polres tetangga,” ujar Kapolda.

Kedua kubu berseteru juga sudah membuat perjanjian damai yang disaksikan oleh Kapolda Sulteng, Wakil Bupati Morowali, Forkompimda Morowali, Camat Bahodopi dan para kepala desa serta tokoh-tokoh masyarakat, agama dan pemuda di daerah itu. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 49 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*