Waspada, Hepatitis B Rentan Serang Anak-anak

Bagikan Tulisan ini :

Jurnalsulawesi.com – Virus Hepatitis masih menjadi infeksi serius yang mengintai masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Bahkan virus hepatitis B sekalipun yang bisa menyebabkan peradangan hati akut atau menahun.

Meski di Indonesia terlihat penurunan angka penyakit tersebut, penyebarannya masih tetap harus diwaspadai.

Berdasarkan data seluruh dunia, sebanyak 257 juta jiwa masih terinfeksi virus hepatitis B. Di Asia Pasifik, angka kesakitan akibat hepatitis B, terbilang cukup tinggi dibandingkan penyakit menular lainnya.

“Di seluruh dunia, angka kematian akibat hepatitis sangat tinggi dibandingkan penyakit lain seperti TBC, HIV, dan Malaria. Sedangkan di Asia Pasifik, kesakitan akibat hepatitis menempati urutan pertama dibandingkan tiga penyakit lainnya itu,” ujar peneliti David H Muljono, dalam the 6th International Eijkman Conference, di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Di Indonsia sendiri, sejak 2013, sudah tercatat mengalami penurunan endemik hepatitis B. Hal ini dipicu oleh adanya imunisasi pada anak-anak. Tapi, kelompok anak-anak, lanjut David, masih berpotensi besar terhadap penularan hepatitis B.

“Hepatitis B masih berisiko tertular pada anak-anak usia bawah lima tahun. Hal ini diakibatkan oleh beberapa wilayah Indonesia yang masih minim memberikan cover imunisasi pada anak,” paparnya.

Selain itu, kemungkinan kedua yang juga memicu kerentanan hepatitis pada anak yaitu adanya penularan dari ibu. Di mana, penularan tersebut, diberikan saat anak masih di dalam janin.

“Rata-rata data kehamilan per tahunnya yaitu 5 juta ibu, di mana 150 ribu di antaranya berpotensi menularkan hepatitis B pada anaknya. Angka transmisi ibu ke anak ini çukup meningkat di beberapa kota besar seperti Jakarta dan Makassar.” [Vvn]

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*