Bupati Morut Aptripel Tumimomor dan Wabup Morut Moh. Asrar Abd Samad (Baju Putih) nampak berdampingan saat menyanyikan lagu Indonesia Raya pada pembukaan pelantikkan pejabat Esalon III dan esalon IV, Jumat (9/2/2018). Wabup tiba-tiba turun dan merebut SK yang dibacakan protokol dan merobeknya. [Ist]

Wow…!! Sudah Setahun Bupati dan Wabup Morut Tak Ketemu

Palu, Jurnalsulawesi.com – Bupati Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, Aptripel Tumimomor mengaku sulit berkoordinasi dengan Wakil Bupati Asrar Abdul Samad, karena sudah satu tahun tidak bertemu dan yang bersangkutan tidak pernah kelihatan di kantor.

Hal tersebut dikatakan Aptripel saat dikonfirmasikan soal keluhan Wabup Asrar bahwa bupati tidak pernah melibatkan dirinya lagi dalam mengatur pemerintahan dan pembangunan di Morowali Utara, Jumat (9/2/2018) malam.

“Saya ini hampir setahun tidak pernah ketemu dia, dan baru tadi saya jumpa. Dia juga sudah dua kali dipanggil DPRD untuk menanyakan kegiatannya sehingga hampir tidak pernah masuk kantor, tapi tidak hadir,” ujarnya yang dilansir Antara.

Menurut Ipe, kehadiran Asrar pada acara pelantikan pejabat itu memang sudah diskenariokan untuk untuk kekacauan tersebut, jadi sebenarnya saya tidak terkejut.

Ipe juga membantah tuduhan Asrar bahwa proses penentuan pejabat tidak melewati prosedur Baperjakat, karena semua pejabat yang masuk dalam SK itu sudah melalui proses sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketika ditanya bagaimana memimpin Morowali Utara ke depan sehubungan dengan renggangnya hubungan bupati dan wakil bupati, Atripel Tumimomor mengatakan bahwa pemerintahan dan pembangunan di Morowali Utara akan tetap berjalan baik meskipun wakil bupati tidak aktif.

“Bukan baru sekarang, sudah lebih setahun saya memimpin daerah ini seorang diri. Para pejabat juga sudah pintar-pintar sehingga program-program bisa berjalan dengan baik,” ujarnya lagi.

Akan Lapor ke Polda
Bupati Aptripel mengatakan akan melaporkan wakil bupati Asrar Abdul Samad ke Polda Sulawesi Tengah, atas perbuatan dan fitnahan yang dilakukannya saat pelantikan pejabat daerah di Kolonodale, Jumat (9/2/2018) siang.

“Saya akan melapor ke Polda Sulteng, bukan ke Polres Morowali karena di Morowali saat ini sedang berlangsung pilkada serentak,” katanya.

Wabup Asrar yang menghadiri pelantikan tersebut dan duduk berdampingan dengan bupati, tiba-tiba keluar dari kursinya dan mendatangi protokoler yang sedang membacakan SK Bupati lalu merobek-robek SK itu di depan hadirin.

Aptripel yang akrab dipanggil Ipe itu mengemukakan bahwa laporan polisi akan dilakukan karena Asrar melakukan tindakan-tindakan merusak asset negara seperti mobil dinas bupati, dan menfitnah dirinya menerima fee (imbal jasa) dari kontraktor sebesar 15 persen, serta melemparkan foto bupati ke luar ruang kerjanya.

BACA JUGA:

“Di depan penegak hukum nanti saya minta dia mempertanggungjawabkan perbuatan dan fitnahannya,” tegas Ipe namun tidak menyebut kapan laporan itu akan dimasukkannya ke Polda Sulteng.

Ketika ditanya apakah kejadian mengamuknya Wabup Asrar sudah dilaporkan kepada gubernur, Ipe mengatakan belum melaporkan karena dirinya yakin gubernur sudah mengetahui peristiwa itu.

“Pak gubernur itu sudah tahu hubungan saya dan wabup selama ini. Saya sudah pernah menceriterakan kepada beliau,” ujar Ipe yang memimpin Morowali Utara sejak April 2016 itu. [***]

Source; Antara
Red; Sutrisno

(Visited 432 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*